loading...
Pengurus
Doktersehat-sariawan-di-vagina

Setiap wanita pasti akan langsung takut jika mendengar kanker serviks. Hal itu dikarenakan penyakit yang berhubungan dengan rahim ini memang cukup mengerikan dan bisa menyerang wanita muda maupun tua. Sampai saat ini, tidak sedikit korban nyawa melayang akibat terjangkit penyakit kanker serviks.

Banyak yang mengatakan bahwa kanker serviks bisa dialami jika seorang wanita terlalu sering melakukan seks bebas dan bergonta-ganti pasangan. Hal tersebut memanglah benar, sebab penyakit yang satu ini berhubungan langsung dengan alat kelamin dalam penularan dan perkembangannya.

Hal itu juga dikuatkan dengan sebuah kesimpulan yang mengatakan jika lebih dari 80 persen penderita kanker serviks adalah wanita yang berada pada usia produktif dalam urusan seksual. Itu artinya, wanita mudalah yang paling berisiko terkena kanker serviks akibat aktivitas seksual yang tidak wajar.

Sehingga banyak yang menyimpulkan jika penderita kanker serviks cenderung wanita nakal yang suka bergonta-ganti pasangan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebab kanker serviks pun sebenarnya bisa disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus), yaitu kumpulan virus yang bisa memicu bangkitnya sel kanker pada rahim.

Penularan virus HPV bisa terjadi bukan hanya karena terkontak langsung, tapi juga bisa dengan faktor lainnya. Namun, yang paling sering terjadi adalah virus itu masuk ke dalam tubuh akibat terkontak langsung dengan kulit. Apalagi yang terkontak itu adalah kulit kelamin, maka risiko penyebarannya pun akan semakin kuat.

Banyak pakar yang mengatakan bahwa penyebaran virus ini juga bisa dari penggunaan toilet umum. Disarankan sebelum menggunaka toilet umum, alangkah baiknya untuk dibersihkan terlebih dahulu dengan air ataupun tisu agar virus tersebut tidak sampai menempel pada tubuh kita.

Hebatnya lagi, virus yang satu ini sangat kuat dan tidak mudah mati. Walaupun diguyur oleh alkohol sekalipun, nyatanya virus HPV masih dapat bertahan. Dia hanya bisa dilemahkan dengan sebuah cairan yang bernama klorin.

Jadi, berhati-hatilan dalam menggunakan fasilitas umum yang terkontak langsung dengan alat kelamin Anda, misalnya toilet ataupun pusat kecantikan yang menyediakan cuci vagina. Tentu saja alat cuci vagina itu juga berisiko terjangkit virus jahat yang satu ini.

Sumber : DokterSehat.Com