loading...
Pengurus
doktersehat-kehamilan-hamil

Salah satu perubahan yang terjadi pada tubuh saat hamil adalah banyaknya angin atau gas dalam tubuh kita. Hal ini menyebabkan ibu hamil sering kembung, bersendawa dan kentut tanpa bisa dikontrol.

Penyebab banyaknya gas saat hamil

Menurut laman Babble, orang dewasa umumnya mengeluarkan gas dalam bentuk sendawa atau kentut sebanyak 14 kali sehari. Namun orang hamil dapat mengeluarkan gas jauh lebih banyak dari angka tersebut.

Ada banyak penyebab mengapa orang hamil mengeluarkan lebih banyak gas, di antaranya karena udara yang masuk saat makan atau mengunyah, atau karena makanan yang dimakan menyebabkan banyak mengandung gas. Selain itu meningkatnya hormon progesteron juga dapat memperlambat otot pencenaan sehingga membuat lebih banyak gas di perut.

Cara menangani gas

Dilansir dari laman Mayo Clinic, ada beberapa cara untuk mengurangi masalah gas dalam pencernaan saat hamil, yaitu:1. BerolahragaOlahraga membantu merangsang saluran pencernaan agar bergerak lebih cepat sehingga menghindari penumpukan gas. Jika Anda merasakan gas membuat perut tidak nyaman, duduklah dengan kaki naik. Dengan begitu pencernaan akan lebih bebas.

2. Perhatikan makanan yang masukSalah satu cara efktif untuk mengurangi gas adalah dengan mengurangi makanan yang banyak mengandung gas. Beberapa makanan yang menyebabkan gas antara lain kol, bawang, brokoli, asparagus, jus buah dan minuman berkarbonasi.

3. Makan dengan porsi kecilBagi porsi makan Anda menjadi beberapa porsi kecil agar tubuh punya waktu untuk mencernanya dan lebih mudah untuk mengeluarkan gas.Selian itu kunyah makanan secara perlahan dan duduklah dengan posisi tegak saat makan dan minum.

Apakah kelebihan gas saat hamil bebahaya?

Anda tidak perlu menghindari semua makanan yang mengandung gas, karena beberapa makanan merupakan makanan yang baik bagi kehamilan. Cukup batasi porsinya sehingga Anda tetap bisa menjaga asupan gizi selama hamil dengan baik. Menurut American Pregnancy, gas berlebih saat hamil tidak berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin. So, jangan khawatir ya Mom!

Sumber : DokterSehat.Com