loading...
Pengurus
doktersehat-seks-pasangan

Selama ini masyarakat selalu memandang kalau aktivitas seks yang benar selalu diakhiri dengan orgasme. Kalau tidak ada orgasme artinya seks tidak berjalan dengan benar. Pasangan melakukan kesalahan sehingga satu atau dua belah pihak tidak mendapatkan orgasme.

Sebenarnya seks bukanlah puncak dari seks, dan aktivitas ranjang tidak harus diakhiri dengan orgasme. Pada pria mungkin orgasme bisa didapatkan dengan mudah. Namun, pada wanita tidak demikian.

Banyak gangguan wanita dapatkan orgasme

Ada banyak faktor yang menyebabkan wanita susah sekali mendapatkan orgasme. Pertama mereka sering tidak nyaman dengan waktu. Mereka sering melihat jam dan takut kalau orgasme tidak kunjung muncul. Kondisi ini justru membuat wanita jadi kurang konsentrasi dengan seks yang dilakukan.

Lebih lanjut, wanita tidak bisa mendapatkan orgasme karena kurang mendapatkan rangsangan dari pasangan. Kondisi ini bisa diminimalkan dengan memberikan foreplay yang intens sehingga wanita bisa dengan mudah menikmati seks dan akhirnya mendapatkan orgasme yang selama ini susah didapatkan.

Jangan jadikan orgasme jadi puncak seks

Puncak dari seks memang orgasme dan ejakulasi pada pria. Namun, jangan jadikan puncak ini sebagai tujuan dari aktivitas ranjang. Kalau tujuan dari seks hanya kepuasan puncak saja, beberapa orang khususnya wanita akan merasa tertekan karena mereka harus mendapatkannya agar pasangan merasa puas.

Ketimbang menjadikan orgasme menjadi puncak dari seks, lebih baik jadikan seks sebagai ajang senang-senang saja. Lakukan aktivitas ini dengan lebih santai agar kedua belah pihak sama-sama menikmati. Kalau memang nanti orgasme didapatkan oleh wanita, anggap saja itu sebagai bonus. Jadi terlalu dikejar karena akan membuat seks jadi tidak nyaman dilakukan.

Semoga ulasan di atas sedikit memberi pencerahan untuk wanita dan juga pria yang menjadi pasangannya.

Sumber : DokterSehat.Com