loading...
Pengurus
kehilangan-keperawanan-doktersehat

Membicarakan fakta keperawanan selalu berhubungan dengan wanita dan selaput dara. Sebenarnya masalah keperawanan juga berhubungan dengan pria. Masih banyak pria yang memutuskan menjaga alat vitalnya untuk tidak digunakan dalam hal seks khususnya bersama pasangan.

Keperawanan adalah hal yang sangat sensitif, namun sudah sepantasnya kita mengetahui lebih banyak hal tentang masalah ini. Daripada salah persepsi lebih baik mengetahui semuanya dengan jelas agar saat menjalani hubungan pernikahan Anda tidak memiliki terlalu banyak pertanyaan yang mengganggu.

  1. Keperawanan memiliki makna tersendiri

Keperawanan memiliki makna tersendiri pada pria dan juga wanita. Ada yang menganggap keperawanan hilang hanya karena melakukan seks apa pun jenisnya. Misal melakukan seks oral hingga klimaks, pasangan akan merasa dirinya sudah tidak perawan atau perjaka lagi.

Sementara itu, ada pasangan yang menganggap kalau seks hal yang biasa dan tidak memengaruhi kondisi keperawanan seseorang. Asal seks dilakukan dengan aman seperti menggunakan kondom tidak akan menjadi masalah.

  1. Hymen akan Meletus

Aktivitas seks vaginal yang dilakukan pria dan wanita bisa membuat hymen atau selaput darah meletus dan robek. Kondisi ini wajar dan kadang menimbulkan sedikit rasa sakit. Oh, ya, hymen yang dimiliki wanita ada yang tertutup dan ada yang sedikit terbuka. Terkadang melakukan seks tidak membuat hymen rusak.

  1. Hymen tidak membawa status keperawanan

Hymen atau selaput dara bisa pecah atau robek dengan sendirinya tanpa melakukan seks. Ini merupakan fakta keperawanan yang belum banyak diketahui. Terkadang seseorang yang jatuh atau melakukan olahraga berat memicu pecahnya hymen dengan sendirinya.

  1. Tubuh tidak akan berubah

Setelah melakukan seks untuk pertama kali, pria dan wanita tidak akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Area vulva pada wanita mungkin akan mengalami perubahan dan sedikit robek. Namun, kondisi ini akan kembali sepeti semula. Bagian tubuh lain seperti bokong dan dada tidak akan berubah.

  1. Seks pertama akan menyakitkan

Seks yang pertama kali dilakukan oleh pasangan akan menyebabkan rasa sakit yang hebat. Tidak hanya wanita saja yang merasakannya, pria pun juga mengalaminya. Wanita akan merasa sakit karena rongga vagina masih sangat kecil.

  1. Perdarahan mungkin terjadi

Fakta keperawanan yang berikutnya yaitu perdarahan mungkin saja terjadi pada wanita saat melakukan seks. Perdarahan ini bisa muncul karena area di vagina mengalami robek. Kondisi ini tidak terjadi pada semua wanita. Terkadang wanita hanya merasakan sakit saja.

  1. Penetrasi pertama juga berpotensi kehamilan

Pria dan wanita terkadang lalai dan tidak mengenakan kondom saat melakukan seks untuk pertama kali khususnya mereka yang belum menikah. Seks pertama kali tetap berpotensi sebabkan kehamilan.

  1. Orgasme pada pria dan wanita berbeda

Orgasme pertama pada pria dan wanita berbeda. Pria akan cepat mengalami orgasme, sementara wanita akan sedikit susah mengalaminya. Kondisi ini cukup normal dan tidak perlu dicemaskan.

  1. Memilih waktu yang tepat sangat penting

Sebelum melakukan seks, Anda dan pasangan bisa memutuskan waktu yang tepat untuk melakukannya. Meski Anda dan pasangan sudah menikah, seks tetap sesuatu yang harus dilakukan sesuai dengan konsensus.

  1. Rasa berdosa bisa muncul

Rasa berdosa setelah kehilangan keperawanan pada pria dan wanita kerap menimbulkan rasa sesal dan berdosa. Hal ini cukup normal terjadi pada pasangan yang belum menikah.

Berdasarkan sepuluh fakta keperawanan di atas, mana saja yang belum pernah Anda ketahui sebelumnya? Semoga setelah mengetahui beberapa hal di atas, Anda jadi lebih bijak dalam menyikapi masalah keperawanan.

Sumber : DokterSehat.Com